Keanekaragaman Hayati di Kabupaten Buru Selatan

Wilayah Kabupaten Buru Selatan sebagai bagian dari Negara Kepulauan Indonesia memiliki beragam serta kaya akan ekosistem, dengan ratusan spesies flora dan fauna. Kabupaten ini memiliki sumber daya hayati yang cukup melimpah, baik yang masih liar maupun yang telah dibudidayakan, terdiri dari berbagai jenis mamalia, burung, reptil, amphibi, seranggga, tumbuhan dan biota laut.

Di Kabupaten Buru Selatan terdapat fauna yang dilindungi. Jenis fauna yang dilindungi terdiri dari 4 (empat) jenis, yaitu hewan menyusui, burung, reptil, dan serangga. Hewan menyusui yang dilindungi di Kabupaten Buru Selatan meliputi (1) babirusa (Babiroussa) dengan status endemik, (2) Kuskus Siha (Phalanger Dendrolagus) dengan status dilindungi, (3) Kuskus Nela (Phalanger Maculatus) dengan status dilindungi, (4) Rusa (Cervus Timorensis) dengan status dilindungi, dan (5) Lumba-lumba (dolphinidae).

Di Kabupaten Buru Selatan, terdapat 13 species burung yang dilindungi yang sebagian besar berstatus terancam. Species burung dengan status terancam, meliputi Rangkong (rhyticeros plicatus), Nuri Raja (alisterusamboinensis), Nuri terkecil 2 di dunia (mikrospitta brujinii), Bayan (eclectus roratus), Bondol maluku (haliastur indus), Raja udang (halcyon chloris), Raja udang ekor panjang (alcedo minintina), Gosong (eulopia walachii), Burung madu (antreptes malacensis), Gagak (corvus enca), Hantu (otus alba), Bangau putih (gretha alba), dan Kakatua kepala besar (tanignatus sp).

Selain hewan menyusui dan burung, terdapat pula delapan jenis reptil dan 1 serangga berstatus dilindungi, yaitu Penyu Hijau (Chelonia Mydas), Penyu Belimbing (Dermochelis Olivaceae), Penyu Ridel (Lepidochelys Olivaceae), Soa-Soa (Varanus Indiacus), Soa-Soa Layar (Hidrozaurus Amboinensis), ular Patola (Phyton Reticulates), Kadal Panana (Tiligua Gigas), Buaya Muara (Crocodylus Porosus), dan serangga jenis Kupu-kupu goliath (ornithoptera goliath).

 

Tabel Fauna Buru Selatan 2015

No Golongan Nama Spesies Diketahui Status Endemik Status Terancam Status Berlimpah Status Dilindungi
A.

 

 

 

 

 

 

 

 

B.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.

MAMALIA

 

 

 

 

 

 

 

 

REPTILIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BURUNG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SERANGGA

1.      Babirussa (Babiroussa-Babiroussa)

2.      Kus-Kus Siha (Phalanger Dendrolagus)

3.      Kus-Kus Nela (Phalanger Maculatus)

4.      Rusa (Cervus Timorensis)

5.      Lumba-Lumba (Dolphinidae)

 

1.      Penyu Hijau (Chelonia Mydas)

2.      Penyu Belimbing (Dermochelis Olivaceae)

3.      Penyu Ridel (Lepidochelys Olivaceae)

4.      Soa-Soa (Varanus Indiacus)

5.      Soa-Soa Layar (Hidrozaurus Amboinensis)

6.      Ular Patola (Phyton Reticulates)

7.      Kadal Panana (Tiligua Gigas)

8.      Buaya Muara (Crocodylus Porosus)

 

1.       Rangkong (rhyticeros plicatus)

2.       Nuri Raja (alisterusamboinensis)

3.       Nuri terkecil 2 di dunia (mikrospitta brujinii

4.       Bayan (eclectus roratus)

5.       Bondol maluku ( haliastur indus)

6.       Raja udang (halcyon chloris)

7.       Raja udang ekor panjang (alcedo minintina)

8.       Gosong (eulopia walachii)

9.       Burung madu (antreptes malacensis)

10.    Gagak (corvus enca)

11.    Hantu (otus alba)

12.    Bangau putih (gretha alba)

13.    Kakatua kepala besar (tanignatus sp)

 

1.       Kupu-kupu goliath (ornithoptera goliath)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepunahan spesies terutama disebabkan oleh deforestasi (termasuk di dalamnya alih fungsi lahan), eksploitasi secara tidak bijkasana, dan introduksi spesies asing. Selain diakibatkan oleh kerusakan habitat, kepunahan spesies juga diakibatkan oleh perburuan dan perdagangan liar. Perdagangan satwa liar sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi kelestarian satwa. Perburuan dan perdagangan satwa liar ini dilatarbelakangi atas pemenuhan akan hobi atau bahkan sampai pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Bagikan ke

Author: Dinas Lingkungan Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 1 =