Luas Hutan di Kabupaten Buru Selatan

Keberadaan hutan di Kabupaten Buru Selatan perlu terus dijaga agar luas hutan yang masih ada tegakannya tidak semakin berkurang, karena keberadaannya sangat vital untuk penyeimbang ekosistem, pencegah longsor, pengendali pencemaran udara, dan penjaga kondisi kualitas dan ketersediaan air.

Data Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan tahun 2015 berdasarkan status dan fungsinya maka kawasan hutan di Kabupaten Buru Selatan terdiri dari Hutan Lindung (74.912 Ha), Hutan Produksi (93.895 Ha), Hutan Produksi Terbatas (103.227 Ha), Hutan Produksi yang dapat dikonversi (80.410 Ha), dan areal Peenggunaan lain (26.240 Ha).

Jika merujuk data tahun sebelumnya, dari total luas kawasan hutan 378.686 ha, terjadi penambahan 2.39 % dari luas hutan lindung 73.118 ha, penambahan 3,30 % dari luasan hutam produksi 90.768 ha, penambahan 1,52 % dari luasan hutan produksi terbatas 101.652 ha, penambahan 1 % dari luasan hutan produksi yang dapat dikonversi 79.604 ha, serta terdapat areal penggunaan lain sebesar 26.240 ha yang pada tahun sebelumnya tidak ada datanya.

Luas Lahan Kritis menurut data statistik Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan, keseluruhan lahan kritis yang di Kabupaten Buru Selatan pada tahun 2015 seluas 34.159 Ha. Dibandingkan tahun 2014 maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penurunan luas lahan kritis di Kabupaten Buru Selatan.

Data Luas Hutan Kabupaten Buru Selatan Tahun 2015

No Kecamatan Kritis (Ha) Sangat Kritis (Ha)
1 Namrole 2034.14
2 Leksula 11020.83
3 Waesama 2911.51
4 Ambalau 1712.063
5 Kapala Madan 10377.08
6 Fena Fafan 6464.23
Total lahan kritis 34519.853

Sumber: Dinas Kehutanan Kab. Buru Selatan, 2015

Bagikan ke

Author: Dinas Lingkungan Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seventeen =