Luas Lahan di Kabupaten Buru Selatan

 

Lahan sebagai salah satu sumberdaya alam, memegang peranan penting karena merupakan wadah dari semua sumberdaya yang ada di muka bumi, serta memiliki nilai yang sangat strategis. Satu kesatuan dari unsur-unsur lahan saling berinteraksi dan membentuk suatu sistem lahan. Sistem lahan yang terbentuk berkolaborasi antar unsur yang bervariasi menjadikan adanya diferensiasi agihan dan potensi yang variatif dalam dimensi ruang dan waktu. Di samping sebagai wadah bagi sumberdaya lain, lahan juga berfungsi sebagai wadah untuk kegiatan hidup manusia yang direprensentasikan dalam penggunaan lahan.

Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan penggunaan lahan dibedakan menjadi lahan non pertanian (luas 7.151 Ha), lahan kering (luas 131.652 Ha), hutan (345.142 Ha), lahan badan air ( luas 91.170 Ha), sedangkan lahan sawah dan perkebunan belum terinventarisasi, namun lahan ini sudah termasuk dalam lahan non pertanian, sawah, hutan, dan lahan kering. Namun data untuk tiap kecamatan per item belum bisa diperoleh dari Dinas Kehutanan karena belum terdapat data rinci real pada dinas Kehutanan.

Berikut ini adalah data luas penggunaan lahan yang berada di Kabupaten Buru Selatan

 

Tabel Luas Penggunaan Lahan

 

No

 

Kecamatan

Luas Lahan

Non

Pertanian

(Ha)

Luas

Lahan

Sawah

(Ha)

Luas

Lahan

Kering

(Ha)

Luas

Lahan

Perkebun

an (Ha)

Luas

Lahan

Hutan (Ha)

Luas

Lahan

Badan Air

(Ha)

1.  Namrole
2.  Leksula
3.  Waesama
4.  Ambalau
5.  Kapala Madan
6.  Fena Fafan
  Total 7.151,29 0 131.652 0 345.142 91.170

Sumber :  Dinas Kehutanan  Kab. Buru Selatan 2015

Bagikan ke

Author: Dinas Lingkungan Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seven =