Visi dan Misi

Memperhatikan potensi dan permasalahan pengelolaan lingkungan hidup 5 (lima) tahun ke depan, Visi Dinas Lingkungan Hidup 2016-2021 adalah :

“ MELESTARIKAN FUNGSI LINGKUNGAN MELALUI PENGUATAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL DAN PARTISIPATIF MASYARAKAT SEBAGAI SARANA PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DAERAH YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN “

Adapun perumusan penjelasan visi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. “ PARTISIPATIF “. Hal ini berarti bahwa DLH akan lebih aktif dan responsif dalam melibatkan masyarakat secara bersama-sama untuk mengawal, memantau serta melaporkan tentang kondisi lingkungan di sekitarnya;
  2. “BERKELANJUTAN”, bahwa DLH akan bertindak dan mengambil peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya secara professional dalam mengawal pembangunan dengan  memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.

 

Agar visi tersebut dapat diwujudkan dan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi pemanfaatan potensi yang dimiliki, maka ditetapkan 9 (sembilan) misi, yaitu ;

  1. Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dengan pengawasan,pengendalian pencemaran lingkungan dan penegakan hukum lingkungan;
  2. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia aparatur lingkungan hidup yang berkualitas dan bermutu  serta membina, memelihara dan mengembangkan semangat “satu  hati membangun negeri ( Lolik Lalen Fedak Fena )”.
  3. Peningkatan upaya pemulihan, konservasi dan rehabilitasi SDA, Sumber Daya Air dan Sumber Daya Pesisir dan Pantai;
  4. Peningkatan mutu sistem informasi manajemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Kabupaten Buru Selatan guna mendorong kemandirian berusaha melalui upaya pemberdayaan masyarakat secara optimal untuk mendayagunakan potensi Lokal berbasis keunggulan spasial;
  5. Meningkatkan kerjasama dengan institusi terkait dalam pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan hidup;
  6. Memberikan kontribusi bagi terselenggaranya pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;
  7. Meningkatkan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan teknologi bagi Aparatur
  8. Peningkatan partisipatif masyarakat melalui kearipan budaya lokal secara mandiri dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam.
  9. Penyediaan  sarana dan  prasarana pengelolaan  lingkungan  hidup yang memadai untuk memperkuat basis ekonomi kerakyatan dengan orientasi memberdayakan kapasitas lokal / Wilayah baik kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), kapasitas Sumber daya Alam (SDA) maupun Kapasitas kelembagaan dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kondisi kesejahteraan rakyat.
Bagikan ke